mencapai KESUKSESAN dengan SOCIAL INTELLIGENCE

24 Dec

Ada berbagai jenis kecerdasan yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Sebagian masyarakat menganggap kecerdasan intelektual-lah yang paling berpengaruh. Padahal, terdapat sebuah kecerdasan yang sangat ampuh untuk membantu seseorang menjadi sukses, kecerdasan ini disebut kecerdasan sosial.

Kecerdasan sosial merupakan kecerdasan yang mencakup interaksi kelompok dan erat kaitannya sosialisasi. Kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan untuk mengetahui orang lain adalah bagian yang tak terpisahkan dari kondisi manusia.

Menurut Buzan, kecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan diri seseorang dalam pergaulan di masyarakat dan kemampuan berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekeliling atau sekitarnya.

Suean Robinson Ambron (1981) mengartikan sosialisasi itu sebagai proses belajar yang membimbing seseorang ke arah perkembangan kepribadian sosial sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan efektif. (Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, hal.123).

Stephen Jay Could, On Intelligence, Monash University: 1994, menjelaskan bahwa kecerdasan sosial merupakan suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia. Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini. (Ubaydillah, diakses dari http://www.e-psikologi.com).

Menurut Amstrong,1994, Komponen penting membangun kecerdasan sosial (social intelegence) adalah komunikasi dan pendidikan. Kecerdasan sosial adalah kematangan kesadaran pikiran dan budi pekerti untuk berperan secara sosial dalam kelompok atau masyarakat. (dr. Rinaldi Nizar, sp. Ank, diakses dari http://www.infonarkoba.com).

Pakar psikologi pendidikan Gadner (1983) menyebut kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika, bahasa, musik, raga, ruang, pribadi, alam, dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gadner. (Sumardi, diakses dari http://www.kompas.com)

Menurut definisi asli Edward Thorndike, kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia. Hal ini setara dengan kecerdasan interpersonal, salah satu jenis kecerdasan yang diidentifikasi dalam Howard Gardner ‘s Teori kecerdasan ganda , dan erat terkait dengan teori pikiran .

Menurut Sean Foleno, kecerdasan sosial adalah kemampuan seseorang untuk memahami dirinya atau lingkungannya secara optimal dan bereaksi dengan tepat untuk melakukan sosial sukses.

Definisi Teoritis

Kecerdasan sosial adalah kemampuan yang mencapai kematangan pada kesadaran berpikir dan bertindak untuk menjalankan peran manusia sebagai makhluk sosial di dalam menjalin hubungan dengan lingkungan atau kelompok masyarakat.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat dipahami bahwa kecerdasan sosial sangatlah penting dalam menunjang kehidupan bermasyarakat, sukses tidak identik dengan kemampuan IQ, karena sesungguhnya kecerdasan sosial-lah yang sangat berperan besar dalam kehidupan. Banyak orang yang IQ nya diatas rata-rata mampu menggapai kesuksesan dengan meningkatkan kemampuan social intelligence ini.

Komponen dan Indikator Social Intelligence

a. SI (Social Intelligence) internal

  • Keinginan untuk bersosial dari dalam diri
  • Menjalin hubungan yang baik dengan orang lain
  • Mengorbankan kepentingan diri demi orang lain

b. SI (Social Intelligence) eksternal

  • Adanya pengaruh untuk bersosialisasi
  • Menyelesaikan permasalahan dalam berinteraksi Sosial
  • Bersosial karena adanya faktor yang lain (supaya mendapat sanjungan dan pujian dari orang lain)

Model Social Intelligence Menurut Para Ahli

Pada tahun 2005, Karl Albrecht mengusulkan sebuah model social intelligence yang terdiri dari lima poin dalam bukunya Social Intelligence: Ilmu Baru Sukses, yaitu “SPACE”

1) Situational awareness (kesadaran Situasional)

2) Presence (Kehadiran)

3) Authenticity (Keaslian)

4) Clarity (Kejelasan)

5) Empathy (Empati)

Penulis sains populer Daniel Goleman mengusulkan bahwa kecerdasan sosial terdiri dari:

  • kesadaran sosial (termasuk empati dan kognisi sosial )
  • fasilitas sosial (termasuk sinkroni, presentasi-diri , pengaruh , dan kepedulian)

Pengaruh Social Intelligence terhadap Kesuksesan

Sosial IQ adalah ukuran kecerdasan sosial. IQ Sosial didasarkan pada 100 titik skala, dimana 100 adalah skor rata-rata dan 140 (di atas 140) dianggap sangat tinggi. Sosial IQ diukur dengan teknik tanya jawab. Orang dengan IQ sosial yang rendah akan dianggap anak-anak dan belum dewasa, bahkan jika orang yang berusia dewasa. Cara yang baik untuk mengukur IQ Sosial adalah dengan menggunakan sistem IQ dasar, disesuaikan dengan keterampilan sosial. Kebanyakan orang memiliki IQ sosial 85-115.

Orang dengan IQ sosial di bawah 80 mungkin memiliki gangguan spektrum autisme, seperti sindrom Asperger dan skizofrenia. Orang-orang ini mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan memerlukan pelatihan keterampilan sosial atau dukungan tambahan dari spesialis jiwa. Orang-orang ini sulit mendapatkan pekerjaan karena mereka tidak memiliki komunikasi interpersonal yang diperlukan dan keterampilan sosial untuk sukses dalam angkatan kerja. Orang-orang ini dapat bekerja dengan baik dalam pekerjaan meja kantor, pekerjaan rumah atau pekerjaan yang tidak memerlukan banyak interaksi, seperti konstruksi.

Orang dengan IQ sosial atas 120 dianggap sangat sosial terampil dan menyesuaikan diri dengan baik, dan bisa bekerja dengan baik dengan pekerjaan yang melibatkan kontak langsung dan komunikasi dengan orang-orang.

Lihat tabel berikut

Tingkat Sosial Intelligence Umur
120 (diatas rata-rata – sosial dewasa untuk usia) 20.4
110 18.7
100 (rata-rata) 17
90 15,3
80 13,6
70 (dibawah rata-rata) 11,9
60 10,2
50 8,5
40 6,8
30 5,1
20 3,4

Meningkatkan Kecerdasan Sosial

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk meningkatkan kecerdasan sosial, diantaranya:

  • Tubuh bicara lebih banyak
  • Tubuh dapat lebih banyak bicara dari kata-kata.
  • Tubuh dirancang untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  • 55% makna yang akan disampaikan dalam aktivitas tercermin pada sikap fisik.
  • Tanpa kata-kata tubuh dapat mengkomunikasikan apakah seseorang sedang sedih, senang, marah, kecewa, bahagia, malu, takut, khawatir, gugup,antusias, percaya diri, minder, cemas dsb.
  • Sadarilah hal tersebut.
  • Mendengarkan aktif

REFERENSI

Hurlock, Elizabeth. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga, 1980.

Yusuf L N, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004.

http://sastraamijaya.wordpress.com/2009/03/18/kecerdasan-sosial/

Goleman, Daniel (2006). Social Intelligence: The New Science of Human Relationships

Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

universitas padjadjaran

keperawatan kucintai

H. Mamat Lukman, S.KM., S.Kp., M.Si.

Iyus Yosep SKP., M.Si.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.