Kecerdasan Sosial Pada Perawat


KOMUNIKASI TERAPEUTIK

WUJUD KECERDASAN SOSIAL PERAWAT

Komunikasi adalah bentuk nyata dari sebuah kecerdasan sosial. Komunikasi dalam praktek Keperawatan Profesional merupakan  unsur utama dalam melakukan asuhan keperawatan untuk mencapai hasil yang optimal. Komunikasi Terapeutik adalah komunikasi yang terjadi antaraperawat-klien yang bertujuan untuk mempercepat kesembuhan dengan berbagai macam teknik berdasarkan asuhan keperawatan.

Komunikasi di lingkungan rumah sakit diyakini sebagai modal utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang akan ditawarkan kepada konsumennya. Konsumen dalam hal ini juga menyangkut dua sisi yaitu konsumen internal dan konsumen eksternal. Konsumen internal melibatkan unsur hubungan antar individu yang bekerja di rumah sakit, baik hubungan secara horisontal ataupun hubungan secara vertikal. Hubungan yang terjalin antar tim multidisplin termasuk keperawatan, unsur penunjang lainnya, unsur adminitrasi sebagai provider merupakan gambaran dari sisi konsumen internal. Sedangkan konsumen eksternal lebih mengarah pada sisi menerima jasa pelayanan, yaitu klien baik secara individual, kelompok, keluarga maupun masyarakat yang ada di rumah sakit. Seringkali hubungan buruk yang terjadi pada suatu rumah sakit, diprediksi penyebabnya adalah buruknya sistem komunikasi antar individu yang terlibat dalam sistem tersebut.

Keperawatan yang menjadi unsur terpenting dalam memberikan pelayanan dalam hal ini perawat berperan sebagai provider. Fokus perhatian terhadap buruknya komunikasi juga terjadi pada tim keperawatan. Hal ini terjadi karena beberapa sebab diantaranya adalah lemahnya pemahaman mengenai penggunaan diri secara terapeutik saat melakukan intraksi dengan klien, kurangnya kesadaran diri para perawat dalam menjalankan komunikasi dua arah secara terapeutik, lemahnya penerapan sistem evaluasi tindakan (kinerja) individual yang berdampak terhadap lemahnya pengembangan kemampuan diri sendiri.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka perlu diupayakan suatu hubungan interpersonal yang mencerminkan penerapan komunikasi yang lebih terapeutik. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan permasalahan yang dapat terjadi pada komunikasi yang dijalin oleh tim keperawatan dengan kliennya. Modifikasi yang perlu dilakukan oleh tim keperawatan adalah melakukan pendekatan dengan berlandaskan pada model konseptual sebagai dasar ilmiah dalam melakukan tindakan keperawatan. Sebagai contoh adalah melakukan komunikasi dengan menggunakan pendekatan model konseptual proses interpersonal yang dikembangkan oleh Hildegard E.Peplau.

 

Profesi perawat adalah sebuah profesi mulia yang teramat sangat membutuhkan kecerdasan sosial. Sebagai pelayan kesehatan yang nantinya akan selalu berhubungan dengan masyarakat (pasien,keluarga pasien dansebagainya) mengasah kecerdasan sosial adalah sebuah hal penting untuk menunjang karier dan kenyamanan orang lain yang merupakan tujuan utamanya.

 

Lihat beberapa contoh komunikasi terapeutik yang merupakan wujud nyata dari kecerdasan sosial perawat🙂

 

mampu berkomunikasi dengan pasien

 

 

empati

 

 

Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

universitas padjadjaran

keperawatan kucintai

H. Mamat Lukman, S.KM., S.Kp., M.Si.

Iyus Yosep SKP., M.Si.

%d bloggers like this: